Sunday, January 14, 2018

Kisah Pemain yang Diejek 'Monkey' Selamatkan Nyawa 4 Pemain di Lapangan

Bukan sekali dua kali Francis Kone menjadi korban ejekan yang berbau rasial. Perawakan pemain berumur 27 tahun asal Togo ini memang mudah menjadi sasaran racial abuse yang dilakukan penonton sepakbola - khususnya ketika dia bermain di Eropa.
Tapi, siapa sangka Kone yang saat ini bermain untuk klub asal Republik Ceko, Zbrojovka Brno, ini pernah menyelamatkan nyawa pemain lawan di sebuah pertandingan?

Pada Februari 2017 lalu, Kone yang masih membela klub Slovacko tengah bertanding melawan Bohemians 1905, dalam lanjutan Liga Republik Ceko. Dalam laga tersebut, kiper Bohemians, Martin Berkovec, tiba-tiba tersungkur usai terlibat benturan dengan rekannya sendiri, Daniel Krch.
Kone dengan sigap memberikan pertolongan pertama dan menarik lidah di mulut Berkovec. Saat itu, Berkovec memang sudah menelan lidahnya.

"Saya melihat bek lawan sudah bisa bergerak," tuturnya. "Tetapi kiper masih tergeletak, tidak bergerak dan saya melihat warna putih di matanya. Saya spontan mencoba menolongnya. Saya silangkan kaki saya di lehernya untuk menahan tangannya dan mulai membuka mulutnya untuk memastikan dia tidak menelan lidahnya sendiri."

Stadion yang sempat hening mencekam sontak bergemuruh ketika Martin Berkovec, sang kiper yang tergeletak lama, bisa bergerak kembali. Applaus meriah diberikan kepada Kone oleh suporter lawan. Suporter yang sebelumnya selalu meneriakkan kata 'monkey' tiap kali Kone memegang bola.

Tindakan heroik itu diapresiasi oleh FIFA dengan memberinya gelar Fair Play Award 2017. Pemain asal Togo, Francis Kone dianugerahi gelar Fair Play Award 2017 di malam penghargaan The Best FIFA Football Awards, Senin 23 Oktober 2017 atau Selasa dini hari WIB di London Palladium.

"Saya bersyukur pada Tuhan karena berada di sana untuk membantunya," ucap Kone merendah.
Saya tak bisa diam saja, melihat seseorang cedera dan tercekik, tanpa melakukan sesuatu. Saya tak bisa. Saya tak memikirkan soal itu (kawan atau lawan)," kata Kone seperti dilansir situs resmi FIFA.

Hebatnya, itu bukan kali pertama Kone menyelamatkan nyawa dalam kapasitasnya sebagai pemain sepakbola. Ternyata dia sudah melakukan hal serupa sebanyak 3 kali sepanjang 8 tahun karir profesionalnya di 6 negara!

Pertama terjadi di Thailand. Tepatnya saat Kone masih berusia 18 tahun dan sedang mencari peruntungan di PTT Rayong dan Muangthong United. Dia menyelematkan rekan setimnya yang terjatuh akibat cedera kepala saat berlatih di gym. Itu kali pertama dia mempraktekkan menyelamatkan orang dengan menarik lidah.

Pemain Ini Pernah Selamatkan Empat Nyawa di Lapangan

Penyelamatan kedua dialami Kone saat sedang pulang ke Togo di tengah liburannya dari klub Al-Mussanah, Oman. Kali ini dia mengaku kesulitan menarik lidah sang pemain yang sudah tidak sadarkan diri. Ketiga terjadi 2 tahun lalu, tahun 2015, di Afrika.

Kone yang bermimpi bisa bermain di Premier League, Inggris ini mengaku tak punya bekal pendidikan medis sebelumnya. Dia melakukan semuanya secara spontan, dan selalu merasa mendapat pertolongan Tuhan untuk melakukannya...

[Catatan Redaksi: Tulisan ini dimuat ulang sebagai bagian dari Rubrik Stories of the Year untuk membingkai artikel-artikel menonjol sepanjang tahun 2017.]

No comments:

Post a Comment